Pejuang Ekonomi Di Egdmc
Saya tidak pernah tahu nama mereka sebab tidak pernah bertanya. Niat untuk bertanya niscaya ada, tapi ketika transaksi membeli sebutir telur rebus atau sekumpul kacang rebus atau segelas kopi, misalnya, pertanyaan itu hilang dari kepala. Tapi itu tidak lantas menciptakan kami tidak dekat bertegur sapa dan bercanda. Saya bahkan sering ngetem di dekat mereka ketika jeda empat puluh lima menit pertandingan pertama untuk sekadar mengaso, mengobrol, dan basuh mata. Di Ende, keakraban terjalin hanya dengan sapaan kecil ibarat 'Mama' atau 'Bibi' atau 'Baba' atau 'Paman' diiringi anggukan kecil dan senyum tipis . Setelah ini aku berjanji akan menanyakan nama mereka. Siapakah mereka? Mereka ialah pejuang ekonomi keluarga. Baca Juga : Blogfam Homecoming Sebut saja namanya Vanilla. Seorang wanita yang dari perawakannya aku taksir berusia limapuluhan. Gayanya nyentrik dengan rambut pendek. Kulitnya yang cokelat renta serta jari tangannya yang berangasan menun...