Postingan

Menampilkan postingan dengan label NTT

Nggela Bangun Dan Membangun Kembali

Gambar
Selasa kemarin ialah hari yang sangat mulia sebab diperingati sebagai Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW , Junjungan kita, umat Muslim, yang mulia. Adalah senang sebab pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW itu saya dan teman-teman yang tergabung dalam aktivitas amal #NggelaKamiLatu karenanya berangkat menuju Kampung Adat Nggela. Keberangkatan kami ke Kampung Adat Nggela ialah untuk mengantarkan proteksi dalam bentuk Rupiah dan barang dari dua aktivitas serupa yang digelar di Kota Surabaya dan Kota Ende. Alhamdulillah . Baca Juga : Kami Latu Untuk Miu Dari Ende rombongan yang terdiri dari satu pick up dan lima sepeda motor berangkat sekitar pukul 10.45 Wita dari perjanjian waktu berangkat pukul 06.00 Wita. Bayangkan pergeseran waktunya jauh beud, haha . Saya malah masih dapat menghabiskan nasi kuning dan kopi susu di pinggir jalan sambil menunggu sahabat lain agar berangkatnya beriringan; saya, Violin Kerong, David Mossar, Varis Gella, Carlos, Al, Xela (yang membawa proteks...

5 Yang Unik Dari Ende (Bagian 2)

Gambar
Setiap tempat di Indonesia niscaya mempunyai hal-hal unik. Keunikan ini telah ada bersama kehidupan masyarakat dan tumbuh berkembang dari zaman ke zaman. Misalnya keunikan Didong, kesenian dari Aceh yang dimulai semenjak zaman Reje Linge XIII. Para seniman Didong dikenal dengan sebutan Ceh. Di dalam kesenian ini ada nilai-nilai religius, keindahan, dan kebersamaan. Peralatan yang digunakan yaitu bantal dan tepukan tangan pemainnya. Apabila Didong dari Aceh terlalu jauh, maka di Ende ada satu acara yang disebut minu ae petu (minum air panas). Minu ae petu dilakukan oleh pihak yang hendak menyelenggarakan hajatan ibarat ijab kabul dan khitanan. Untuk keperluan pernikahan, minu ae petu hanya dilakukan oleh pihak calon pengantin laki-laki; mengundang kaum kerabat, tetangga, teman-teman, untuk duduk menikmati air panas dan tentu menyumbang sejumlah uang kepada tuan rumah. Menyumbang sejumlah uang ini bukan tujuan utama minu ae petu tapi kebersamaan merangkul kaum kerabat untuk ...

Kami Latu Untuk Miu

Gambar
Sebelum membaca pos ini hingga selesai, silahkan baca dulu pos Nggela Kami Latu .  Selasa, 6 November 2018, merupakan hari terbaik dan terberkati bagi kami semua. Teman-teman musisi di Kota Surabaya dan di Kota Ende menggelar panggung hiburan bertajuk Nggela Kami Latu . Secara harafiah Nggela Kami Latu berarti Nggela Kami Ada. Secara leksitas Nggela Kami Latu berarti kami semua, masyarakat Kota Ende yang berasal dari banyak sekali suku di Indonesia, selalu ada untuk masyarakat Kampung Adat Nggela yang tertimpa tragedi alam kebakaran pada 29 Oktober 2018 yang lalu. Ada untuk membantu, ada untuk berdiri bersama, ada untuk kalian. Kami latu untuk miu . Kami ada untuk kalian. Di Kota Ende, malam penggalangan dana berupa panggung hiburan diselenggarakan di area parkiran Roxy Swalayan Ende. Sejak siang pukul 14.00 Wita, Steven Allyenser yang bertanggungjawab atas perangkat band dan soundsystem milik Adi Mbuik , serta teman-teman lain, sudah bergerak di lokasi untuk...

25 Paroki Mautapaga, 73 Tni

Gambar
Sabtu kemarin ada dua kegiatan yang aku ikuti. Kegiatan yang pertama yakni jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Paroki Santo Yosef Freinademetz atau Paroki Mautapaga yang ke-25. Kegiatan yang kedua yakni menonton perayaan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-73 di Lapangan Pancasila. Kedua kegiatan itu sangat menarik untuk ditulis di blog lantaran sama-sama melibatkan masyarakat umum tanpa kotak agama, kasta, pangkat, kekayaan, apalagi politik. Kebersamaan ini janganlah cepat berlalu *hayo, niscaya bacanya sambil nyanyi kan?* qiqiqi. Baca Juga : Kita, Orang Indonesia 25 Tahun Paroki St. Yosef Freinademetz Begitu pengumuman jalan sehat yang wajib kami ikuti sebagai partisipan dan bentuk apresiasi atas permintaan dari Panitia Hari Ulang Tahun Paroki Santo Yosef Freinademetz, atau lebih sering kami sebut Paroki Mautapaga, dipos di WAG Pegawai Yapertif, aku pribadi semangat. Dulu-dulu, aku paling ogah jalan pagi apalagi pukul 05.00 Wita sudah ...

Flores: Adventure Trails

Gambar
Banyak buku yang bercerita wacana Indonesia dari Barat ke Timur, dari Utara ke Selatan, dari watak ke bahasa, dari budaya ke pakaian, dari gunung ke pantai, dari rumah watak ke kearifan lokal. Saya punya salah satu buku semacam itu, dikasih sama 5 Cozy Songs Tentang si Buku Buku yang saya bahas hari ini berjudul Flores: Adventure Trails. Buku ini ditulis (sekaligus sebagai koordinator penulis) oleh Meret L. Signer. Kontributor atau penulis lain diantaranya Heinz von Holzen, Rofinus Ndau, Unipala Maumere, idGuides. Publisher Flores: Adventure Trails yakni Swisscontact dan didukung oleh SECO (Swiss State Secretariat for Economic Affairs) . Tahun terbit 2012. Wow banget, saya terkejut saat membaca nama Unipala Maumere. Itu MAPALA-nya Universitas Nusa Nipa (Unipa). Oh ya, selain sambutan dari Bapak Sapta Nirwandar, juga ada sambutan Jurg Schneider dari SECO. Flores: Adventure Trails berbahasa Inggris tapi untuk ukuran saya yang bahasa Inggrisnya pas-pasan dapat yess atau no su...