Review Oneplus 5T, Flagship Yang Semakin Kekinian
Sebetulnya saya sedikit malas menciptakan video review dari OnePlus 5T ini. Rasanya menyerupai mengingat-ingat lagi sebuah kesalahan. Lho, memang salah apa OnePlus 5T ini? Bukan begitu, justru saya yang menciptakan kesalahan dengan menjualnya kembali begitu cepat. Belakangan saya malah merindukannya untuk kembali berada dalam genggaman tangan ini. Haha, sedikit dramatis ngga apa-apa lah ya, nyatanya memang ponsel ini ngangenin koq. Hanya saja ada dua hal yang mendorong saya segera menjualnya kembali. Pertama, selain layar dan posisi fingerprint scanner, rasanya tidak ada yang berbeda dari OnePlus 5 yang saya sudah coba sebelumnya. Kedua, dengan harganya yang masih tinggi dikala ini di Indonesia, bagi saya lebih baik jadi duit segera saja, daripada nanti keburu turun. Apalagi OnePlus 5T ini masih tetap licin menyerupai kakaknya dulu, ngeri tergelincir, kemudian terjatuh, dan Anda sanggup tebak lah kelanjutannya, heuheu. Jadilah selama masa pengujiannya, saya terpaksa se...